Program Bayi Tabung - Proses & Rincian Biaya

Apa itu Bayi Tabung?

Program Bayi Tabung adalah prosedur medis yang dilakukan untuk membantu pasangan mencapai kehamilan.

Tahapan atau Proses Bayi Tabung?

Program Bayi Tabung membutuhkan proses minimal sekitar 1-4 bulan, bergantung pada metodologi yang digunakan oleh dokter/klinik. Untuk program standard biasanya sekitar 1-2 bulanan, tapi riset terbaru telah menunjukkan bahwa menunda penanaman embrio selama sekitar 1-2 bulan dapat meningkatkan tingkat keberhasilan mencapai kehamilan.

Pada dasarnya, untuk pasangan normal, tahapan atau proses bayi tabung adalah sebagai berikut:

  • Regulasi atau Pengaturan Siklus Mens
    Ini dilakukan hanya bagi pasangan dengan istri yang memiliki masalah periode haid tidak teratur, misalnya pada pasien PCOS. Tahapan ini biasanya dengan obat-obatan yang diresepkan dokter (obat minum).

    Jika siklus haid istri cukup teratur, maka tahapan ini dapat dilewati, dan langsung dilakukan stimulasi hormon.

  • Stimulasi Sel Telur
    Dalam kondisi normal, setiap satu periode haid akan ada satu sel telur yang akan matang dan keluar (ovulasi) dari indung telur untuk dibuahi oleh sperma. Namun dalam program bayi tabung, stimulasi akan dilakukan untuk merangsang agar indung telur mematangkan lebih banyak sel telur untuk diambil dan diproses di laboratorium.

    Tahapan stimulasi hormon dalam program bayi tabung dimulai pada saat awal haid. Dalam tahapan ini, istri akan mendapatkan suntikan (injeksi) hormon di bagian perut setiap hari selama sekitar 2 minggu.

  • Pengambilan Sel Telur Untuk Bayi Tabung
    Sel Telur yang sudah hampir matang akan diambil dengan prosedur yang disebut Oocyte Pick Up atau biasa disingkat OPU. Cara pengambilan sel telur untuk bayi tabung ini cukup sederhana. Istri akan dibius/ditidurkan agar merasa nyaman, dan dokter akan mengambil langsung sel telur dari indung telur menggunakan jarum yang panjang yang dipandu dengan alat USG khusus.
  • Pengambilan Sperma Untuk Bayi Tabung
    Bersamaan dengan pengambilan sel telur, akan dilakukan juga pengambilan sperma suami. Cara mengambil sperma ini cukup mudah, karena suami cukup diminta untuk melakukan ejakulasi di ruangan khusus, lalu menampung cairan semen yang keluar dalam wadah yang sudah disediakan.
  • Proses Pembuahan Bayi Tabung
    Setelah sel telur dan sperma didapatkan, proses berikutnya akan terjadi di laboratorium, oleh staff khusus yang disebut Embriolog.

    Embriolog akan mencampur/mempertemukan sel telur dengan sperma dalam wadah berbentuk tabung agar terjadi pembuahan. Inilah makanya proses ini disebut bayi tabung. Selanjutkan, sel telur yang sudah dibuahi akan disimpan di inkubator agar membelah dan berkembang menjadi embrio yang siap ditanam ke rahim istri.

  • Transfer Embrio ke Rahim
    Setelah embrio berkembang di inkubator hingga usia 3-5 hari, tiba saatnya embrio tersebut ditanam ke rahim dengan prosedur yang disebut Transfer Embrio.
    Embrio Transfer adalah prosedur medis singkat untuk memindahkan embrio dari proses bayi tabung dari inkubator ke dalam rahim istri. Prosedur ini biasanya tidak sampai 30 menit.

Berapa Biaya Bayi Tabung?

Biaya untuk Program Bayi Tabung bervariasi, tapi untuk paling rendah biasanya sekitar Rp. 60 jutaan. Komponen paling besar dari biaya bayi tabung adalah obat untuk stimulasi hormon (stimulasi sel telur) dan juga biaya proses di laboratorium.

Bergantung pada kelengkapan alat-alat laboratorium dan juga teknologi yang dipakai, biaya bayi tabung ada yang mencapai Rp.100 jutaan atau bahkan Rp. 150 jutaan. Ada baiknya hubungi klinik terlebih dahulu untuk mendapatkan perkiraan biaya sebelum memulai program.

Referensi: