Terapi Iodine untuk Tiroid alias Radioiodine - WikiMedis

Terapi Nuklir Tiroid

(Radioactive Iodine Therapy / Radioiodine / Terapi Iodium)

Penjelasan sederhana tentang Terapi Iodine untuk Tiroid atau Radioactive Iodine Therapy.

Terapi Nuklir Tiroid alias Terapi Iodium Tiroid biasanya diberikan untuk penderita penyakit tiroid yang hyperaktif (hipertiroid) dan juga bisa untuk mengobati kanker tiroid varian tertentu (kanker tiroid jenis pappilary).

Terapi Radioaktif Tiroid menggunakan zat RadioActive Iodine I-131 atau biasa juga disebut Radioisotop Iodium 131.

Prinsip Dasar dan Cara Kerja Terapi Iodine untuk Tiroid

  • Kelenjar tiroid menyerap hampir semua kadar iodine di dalam tubuh, termasuk radioactive iodine I-131 jika dikonsumsi untuk terapi.
  • Di dalam tubuh, obat radioactive iodine (RAI) akan terkonsentrasi di sel-sel tiroid.
  • Radiasi dari iodine dapat menghancurkan kelenjar tiroid atau sel tiroid lainnya (termasuk sel kanker) yang menyerap iodine, dengan dampak yang minimal pada bagian tubuh lainnya.
  • Dosis iodine dan kadar radiasi iodine yang dipakai untuk terapi jauh lebih tinggi daripada dosis pada prosedur radioiodine scan yang dipakai untuk mengetahui kanker tiroid.
  • Pada pengobatan Hipertiroid, terapi radiasi iodium bermanfaat untuk menurunkan produksi hormon tiroid ke level normal.
  • Pada pengobatan kanker Tiroid, RAI 131 berfungsi menemukan dan menghancurkan sisa-sisa sel kanker tiroid yang masih tersisa di kelenjar tiroid maupun yang sudah terlanjur menyebar ke jaringan tubuh lainnya.

Pertanyaan-pertanyaan Umum seputar Terapi Nuklir Tiroid

Apa itu Radioactive Iodine (RAI)?
Radioactive Iodine (RAI) atau yang dikenal juga dengan I-131 adalah bahan radioaktif yang sudah umum dipakai dalam ilmu kedokteran nuklir. Zat Radioisotop Iodium - 131 biasanya digunakan untuk diagnosa maupun pengobatan jenis penyakit tertentu termasuk Hypertiroid dan Kanker Tiroid jenis pappilary.

Apakah Radio-iodine Therapy berbahaya?
Terapi radiasi iodine untuk tiroid ini sudah digunakan di seluruh dunia selama sekitar tujuh dekade (tujuh puluh tahun), dan dicatat sebagai metode yang efektif untuk menangani kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau membesar.

Bagaimana Terapi Iodine Tiroid Dilakukan?
Obat RAI 131 dapat diberikan melalui mulut (oral), dapat berupa cairan bening tanpa rasa, maupun dalam bentuk kapsul.

Apa perlu isolasi (karantina) setelah menjalani Terapi Iodine?
Zat RAI 131 dapat keluar melalui cairan tubuh, yaitu melalui urine, air liur, keringat, dan Air Susu pada ibu menyusui.

Untuk meminimalkan dan mencegah dampak kontaminasi radiaoaktif pada keluarga dan orang-orang sekitar, pasien terapi nuklir tiroid akan diminta untuk menjaga jarak minimal sekitar 2 meter dari orang lain selama beberapa sekitar 1 minggu sejak mengkonsumsi obat RAI 131.

Pada pasien yang menjalani terapi nuklir untuk kanker tiroid, dosis RAI 131 yang diberikan lebih tinggi sehingga biasanya akan diminta untuk tinggal di kamar isolasi selama sekitar 5 hari sampai kadar radioaktif dalam tubuhnya turun ke tingkat yang aman untuk orang di sekitarnya.

Berapa Biaya Terapi Radiasi Tiroid
Biaya Terapi Radiasi Tiroid dengan RAI 131 sangat bergantung pada dosis obat yang diberikan, dimana dosis ini sendiri bergantung pada tujuan tindakan terapi, tingkat keparahan kondisi tiroid atau kanker tiroid yang diobati, dan juga kondisi pasien. Sebaiknya konsultasikan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter endokrin Anda agar dapat diberi perkiraan biaya dengan informasi yang lebih akurat.


Rumah Sakit untuk Terapi Nuklir Tiroid:
Pengobatan dengan terapi nuklir untuk tiroid diberikan dengan koordinasi bersama antara dokter spesialis endokrin dan pengobatan nuklir. Jadi sebaiknya pilih rumah sakit yang memiliki fasilitas nuclear medicine (kedokteran nuklir) dan sekaligus memiliki dokter spesialis endokrin.
Referensi lain seputar Terapi Nuklir Tiroid: